Awal Mula Pembelajaran Matematika Modern

Posted by Belajar Matematika Jumat, 19 Juli 2013 0 komentar
Pembelajaran Matematika Modern
        Pengajaran matematika modern resminya dimulai setelah adanya kurikulum 1975. Model pembelajaran matematika modern ini muncul karena adanya kemajuan teknologi, di Amerika Serikat perasaan adanya kekurangan orang-orang yang mampu menangani sejata, rudal dan roket sangat sedikit, mendorong munculnya pembaharuan pembelajaran matematika. Selain itu penemuan-penemuan teori belajar mengajar oleh J. Piaget, W Brownell, J.P Guilford, J.S Bruner, Z.P Dienes, D.Ausubel, R.M Gagne dan lain-lain semakin memperkuat arus perubahan model pembelajaran matematika.
     W Brownell mengemukakan bahwa belajar matematika harus merupakan belajar bermakna dan berpengertian. Teori ini sesuai dengan terori Gestalt yang muncul sekitar tahun 1930, dimana Gestalt menengaskan bahwa latihan hafal atau yang sering disebut drill adalah sangat penting dalam pengajaran namun diterapkan setelah tertanam pengertian pada siswa. Dua hal tersebut di atas memperngaruhi perkembangan pembelajaran matematika dalam negeri, berbagai kelemahan seolah nampak jelas, pembelajaran kurang menekankan pada pengertian, kurang adanya kontinuitas, kurang merangsang anak untuk ingin tahu, dan lain sebagainya. Ditambah lagi masyarakat dihadapkan pada kemajuan teknologi. Akhirnya Pemerintah merancang program pembelajaran yang dapat menutupi kelemanahn-kelemahan tersebut, munculah kurikulum 1975 dimana matematika saat itu mempnyai karakteristik sebagai berikut ;
1. Memuat topik-topik dan pendekatan baru. Topik-topik baru yang muncul adalah himpunan,statistik dan 
    probabilitas, relasi, sistem numerasi kuno, penulisan lambang bilangan non desimal.
2. Pembelajaran lebih menekankan pembelajaran bermakna dan berpengertian dari pada hafalan dan 
    ketrampilan berhitung.
3. Program matematika sekolah dasar dan sekolah menengah lebih kontinue
4. Pengenalan penekanan pembelajaran pada struktur
5. Programnya dapat melayani kelompok anak-anak yang kemampuannya hetrogen.
6. Menggunakan bahasa yang lebih tepat.
7. Pusat pengajaran pada murid tidak pada guru.
8. Metode pembelajaran menggunakan meode menemukan, memecahkan masalah dan teknik diskusi.
9. Pengajaran matematika lebih hidup dan menarik.
 
Pembelajaran Matematika masa kini
      Pembelajaran matematika masa kini adalah pembelajaran era 1980-an. Hal ini merupakan gerakan revolusi matematika kedua, walaupun tidak sedahsyat pada revolusi matematika pertama atau matematika modern. Revolusi ini diawali oleh kekhawatiran negara maju yang akan disusul oleh negara-negara terbelakang saat itu, seperti Jerman barat, Jepang, Korea, dan Taiwan. Pengajaran matematika ditandai oleh beberapa hal yaitu adanya kemajuan teknologi muthakir seperti kalkulator dan komputer.
        Perkembangan matematika di luar negeri tersebut berpengaruh terhadap matematika dalam negeri. Di dalam negeri, tahun 1984 pemerintah melaunching kurikulum baru, yaitu kurikulum tahun 1984. Alasan dalam menerapkan kurikulum baru tersebut antara lain, adanya sarat materi, perbedaan kemajuan pendidikan antar daerah dari segi teknologi, adanya perbedaan kesenjangan antara program kurikulum di satu pihak dan pelaksana sekolah serta kebutuhan lapangan dipihak lain, belum sesuainya materi kurikulum dengan tarap kemampuan anak didik. Dan, CBSA (cara belajar siswa aktif) menjadi karakter yang begitu melekat erat dalam kurikulum tersebut.
      Dalam kurikulum ini siswa di sekolah dasar diberi materi aritmatika sosial, sementara untuk siswa sekolah menengah atas diberi materi baru seperti komputer. Hal lain yang menjadi perhatian dalam kurikulum tersebut, adalah bahan bahan baru yang sesuai dengan tuntutan di lapangan, permainan geometri yang mampu mengaktifkan siswa juga disajikan dalam kurikulum ini.
Sementara itu langkah-langkah agar pelaksanaan kurikulum berhasil adalah melakukan hal-hal sebagai berikut;
1. Guru supaya meningkatkan profesinalisme
2. Dalam buku paket harus dimasukkan kegiatan yang menggunakan kalkulator dan komputer
3. Sikronisasi dan kesinambungan pembelajaran dari sekolah dasar dan sekolah lanjutan
4. Pengevaluasian hasil pembelajaran
5. Prinsip CBSA di pelihara terus

Kurikulum Tahun 1994
       Kegiatan matematika internasional begitu marak di tahun 90-an. walaupun hal itu bukan hal yang baru sebab tahun tahun sebelumnya kegiatan internasional seperti olimpiade matematika sudah berjalan beberapa kali. Sampai tahun 1977 saja sudah 19 kali diselenggarakan olimpiade matematika internasional. Saat itu Yugoslavia menjadi tuan rumah pelaksanaan olimpiade, dan yang berhasil mendulang medali adalah Amerika, Rusia, Inggris, Hongaria, dan Belanda.
        Indonesia tidak ketinggalan dalam pentas olimpiade tersebut namun jarang mendulang medali. (tahun 2004 dalam olimpiade matematika di Athena, lewat perwakilan siswa SMU 1 Surakarta atas nama Nolang Hanani merebut medali). Keprihatinan tersebut diperparah dengan kondisi lulusan yang kurang siap dalam kancah kehidupan. Para lulusan kurang mampu dalam menyelsaikan problem-probelmke hidupan dan lain sebagainya. Dengan dasar inilah pemerintah berusaha mengembangkan kurikulum baru yang mampu membekali siswa berkaitan dengan problem-solving kehidupan. Lahirlah kurikulum tahun 1994.
        Dalam kurikulm tahun 1994, pembelajaran matematika mempunyai karakter yang khas, struktur materi sudah disesuaikan dengan psikologi perkembangan anak, materi keahlian seperti komputer semakin mendalam, model-model pembelajaran matematika kehidupan disajikan dalam berbagai pokok bahasan. Intinya pembelajaran matematika saat itu mengedepankan tekstual materi namun tidak melupakan hal-hal kontekstual yang berkaitan dengan materi. Soal cerita menjadi sajian menarik disetiap akhir pokok bahasan, hal ini diberikan dengan pertimbangan agar siswa mampu menyelesaikan permasalahan kehidupan yang dihadapi sehari-hari.

Kurikulum taun 2004
        Setelah beberapa dekade dan secara khusus sepuluh tahun berjalan dengan kurikulum 1994, pola-pola lama bahwa guru menerangkan konsep, guru memberikan contoh, murid secara individual mengerjakan latihan, murid mengerjakan soal-soal pekerjaan rumah hanya kegiatan rutin saja disekolah, sementara bagaimana keragaman pikiran siswa dan kemampuan siswa dalam mengungkapkan gagasannya kurang menjadi perhatian.
    Para siswa umumnya belajar tanpa ada kesempatan untuk mengkomunikasikan gagasannya, mengembangkan kreatifitasnya. Jawaban soal seolah membatasi kreatifitas dari siswa karena jawaban benar seolah-lah hanya otoritas dari seorang guru. Pembelajaran seperti paparan di atas akhirnya hanya menghasilkan lulusan yang kurang terampil secara matematis dalam menyelesaikan persoalah-persoalan seharai-hari. Bahkan pembelajaran model di atas semakin memunculkan kesan kuat bahwa matematika pelajaran yang sulit dan tidak menarik.
      Tahun 2004 pemerintah melaunching kurikulum baru dengan nama kurikulum berbasis kompetesi. Secara khusus model pembelajaran matematika dalam kurikulum tersebut mempunyai tujuan antara lain;
1. Melatih cara berfikir dan bernalar dalam menarik kesimpulan, misalnya melalui kegiatan penyelidikan, 
    eksplorasi, eksperimen, menunjukkan kesamaan, perbedaan, konsistensi dan iskonsistensi
2. Mengembangkan aktifitas kreatif yang melibatkan imajinasi, intuisi, dan penemuan dengan 
    mengembangkan divergen, orisinil, rasa ingin tahu, membuat prediksi dan dugaan, serta mencoba-coba.
3. Mengembangkan kemampuan memcahkan masalah
4. Mengembangkan kemampuan menyampaikan informasi atau mengkomunikasikan gagasan antara lain 
    melalui pembicaraan lisan, catatan, grafik, diagram, dalam menjelaskan gagasan.
        Sementara itu secara umum prinsip dasar dari kurikulum tersebut adalah bahwa setiap siswa mampu mempelajari apa saja hanya waktu yang membedakan mereka dalam ketuntasan belajar. Siswa tidak diperkenankan mengikuti pelajaran berikutnya sebelum menuntaskan pelajaran sebelumnya. Dengan demikian remedial-remedial akan sering dijumpai terutama siswa yang sering tidak tuntas dalam belajarnya.

Kesimpulan
       Dari paparan di atas terlihat bagaimana lika-liku perkembangan matematika mulai dari matematika tradisional yang begitu sederhana, hanya sekedar melatih hafalan dan melatih kemampuan otak. Kemudian berkembang agak maju lagi dengan munculnya terori pembelajaran dari para ahli psikologi. Teori ini mempengaruhi pembelajaran matematika dalam negeri yang akhirnya pemerintah mengeluarkan kurikulum baru, yang disesuaikan dengan penemuan teori pembelajaran yang muncul kemudian.
      Tidak hanya sampai disitu perkembangan kurikulum juga dipengaruhi oleh perkembangan teknologi internasional. Terbukti diera 1980-an dengan merebak dan maraknya teknologi kalkulator dan komputer akhirnya memaksa pemerintah melaunching kurikulum baru yang sesuai dengan perkembangan jaman, lahirlah kurikulum 1984. Sepuluh tahun kemudian pemerintah juga menyempurnakan lagi kurikulum tersebut dengan kurikulum 1994. Dan yang terbaru adalah kurikulum 2004 yang terkenal kurikulum bebrbasis kompetensi. Prinsip dasar dari kurikulum tersebut adalah bahwa setiap siswa mampu mempelajari apa saja hanya waktu yang membedakan mereka dalam ketuntasan belajar

Baca Selengkapnya ....

Hermeneutika : Matematika dan Puasa

Posted by Belajar Matematika Rabu, 17 Juli 2013 0 komentar
PENGANTAR
            Salah satu faktor yang menarik dalam kajian terhadap khasanah Islam klasik yang dikembangkan oleh  para sarjana dan ilmuwan Muslim adalah kekayaan makna yang terkandung dalam naskah-naskah ilmiah mereka dari berbagai disiplin ilmu pengetahuan.  Sesuai dengan basis ontologis mereka yang kaya dan mendalam, paradigma epistemologis yang plural, dan logika  metodologis yang longgar (tidak kaku seperti pada positivisme), maka manuskrip-manuskrip ilmiah mereka mengandung banyak penafsiran dan pemaknaan. 
Menurut Seyyed Hossein Nasr dalam Science and Civilization in Islam (1968), agar penafsiran terhadap khasanah keilmuan Islam klasik tersebut dapat memperoleh makna yang sahih dan dapat dipertanggungjawabkan, seseorang harus memahami terlebih dahulu prinsip-prinsip Islam yang menjadi basis utama paradigma metafisika, ontologi dan epistemologi sarjana Muslim.  Untuk memahami sains Islam sampai ke dasarnya dibutuhkan pengertian tentang beberapa prinsip Islam yang menjadi matriks  di mana di dalamnya sains Islam punya makna.   Nasr menandaskan bahwa tradisi sains Islam tidak dapat dipahami secara tepat jika dipandang dari perspektif lain, misalnya dari pandangan peradaban Barat modern yang sekuler-materialistik. 
Nah, sesuai dengan paradigma sains Islam yang memandang kesatupaduan dan interrelasi alam kosmos dengan berbagai derajat eksistensinya, telaah terhadap naskah matematika di kalangan sarjana Muslim pun mesti menunjukkan hal yang sama.  Pada beberapa tulisan terdahulu telah dipaparkan interrelasi matematika dengan studi bidang keilmuan lainnya seperti etika dan estetika.  Kali ini akan dielaborasi sedikit tentang hermeneutika matematika, yaitu studi penafsiran terhadap teks-teks dan naskah-naskah matematika karya sarjana Muslim; khususnya lagi hubungan matematika dengan ibadah yang tengah kita jalani, yaitu puasa.
HERMENEUTIKA MATEMATIKA
            Hermeneutika merupakan studi pemahaman dan penafsiran (hermeneuin artinya penafsiran, interpretasi) terhadap simbol-simbol untuk menangkap atau menyingkap makna (petanda) yang terkandung dalam simbol-simbol (penanda) tersebut.  Di balik teks-teks literal tersimpan atau tersembunyi makna-makna yang menggambarkan pandangan-dunia dan pengertian-pengertian yang lebih mendalam.  Lambang teks adalah wadah, dan makna teks adalah isi.  Dengan demikian, hermeneutika matematika adalah studi penafsiran terhadap teks-teks matematika untuk menyingkapkan makna-makna yang tersembunyi di balik lambang teks-teks tersebut sedemikian rupa sehingga diperoleh pemahaman yang lebih utuh dan mendalam terhadap asumsi-asumsi dasar, cara-pandang dan paradigma yang dianut oleh sarjana matematikawan Muslim.

            Nasr (1968) menyebutkan bahwa salah satu alasan mengapa matematika punya daya tarik kuat bagi sarjana Muslim adalah sifatnya yang abstrak memberikan jembatan antara dunia multiplisitas dan unitas.  Matematika merupakan susunan lambang-lambang yang cocok bagi alam; lambang yang bagaikan kunci untuk membuka teks kosmos.  Mungkin persepsi seperti ini mirip dengan pernyataan Galileo Galilei bahwa alam ditulis dalam bahasa matematika, namun pemaknaan terhadap kenyataan ini sangatlah berbeda.
Galileo dan sarjana Barat lainnya memahami kenyataan itu dalam perspektif matematika semata-mata instrumen untuk menguasai alam, sedangkan sarjana Muslim memahaminya dalam perspektif matematika sebagai pintu gerbang menuju alam metafisis, alam unitas.  Sementara matematika pada sarjana Barat modern telah kehilangan makna transenden dan mengalami mekanisasi-materialistik (berhenti pada simbol), maka matematika pada sarjana Muslim memiliki makna-makna simbolik yang kaya dan mendalam tanpa mengurangi kemampuan teknis matematika mereka sebagaimana yang telah ditunjukkan dalam beberapa tulisan terdahulu.  

MATEMATIKA DAN PUASA

            Sejauh mana relevansi matematika dan puasa?  Apakah relasi ini terlalu dipaksakan dan dibuat-buat?  Uraian berikut mengungkapkan relasi alamiah dan sekaligus ilmiah antara studi matematika dan praktek ibadah puasa.
            Dalam tulisan dua minggu lalu, Matematika dan Etika, sekilas telah disebutkan bahwa studi matematika melatih seseorang untuk berwatak dan bersikap sederhana.  Studi matematika mendorong seseorang untuk berpikir jernih dengan kepala dingin dan tenang  tanpa emosi yang impulsif.  Belajar matematika adalah belajar ketenangan, keheningan, kesunyian tanpa keterlibatan hasrat, syahwat, dan emosi yang biasanya meledak-ledak dan reaktif.  Pelajar yang menekuni matematika harus siap sedia untuk hidup dalam dunia yang sunyi dari hiruk pikuk keramaian, kehebohan, sensualitas, aksesoris.
Mungkin karena itulah banyak orang yang enggan menekuni matematika.  Rendahnya minat pelajar kita menekuni matematika secara serius dapat kita pahami sebagai keengganan mereka hidup dalam kemandirian, kesederhanaan, kesunyian, dan kurangnya kehangatan emosional.  Seorang filsuf-matematikawan dari Inggris, Bertrand Russel (w. 1970), menulis, “Matematika memang mengandung kebenaran dan keindahan yang dingin dan sederhana tanpa memancing reaksi dan jeratan yang memukau seperti lukisan atau musik; namun kebenaran matematika demikian bening dan murni..” (Mysticism and Logic, 1917 dikutip dari Jujun S. Suriasumantri, Ilmu dalam Perspektif, 1978). (catt. Lihat pula Ilmu Pengetahuan Populer Jilid 2 hal. 52, Grolier-Jakarta)
Karena pertimbangan demikianlah Ibn Miskawaih menganjurkan seluruh generasi muda untuk aktif menekuni matematika, bukan harus untuk menjadi matematikawan, namun sebagai metode pembinaan karakter yang tangguh, sederhana, mandiri, dan tenang.  Nah, di sini lah letak relevansi studi matematika dan puasa.  Puasa merupakan ibadah yang esensinya bertujuan membentuk karakter yang mampu hidup dalam kesederhanaan dan kesabaran.  Puasa merupakan sebuah metode yang diberikan Tuhan agar kita dapat mengendalikan syahwat, hasrat, dan emosi di bawah arahan dan kendali sepenuhnya akal  pikiran kita.
 Menurut filsuf-teolog-etikawan Muslim ternama, Nashiruddin al-Thusi (w.1274), kesimbangan jiwa hanya dapat terwujud bila kita telah memfungsikan akal sebagai “managing principle”, yakni apabila kita telah mengikuti petunjuk-petunjuk akal dan mengendalikan hawa nafsu dan emosi menurut aturannya, dan bukan sebaliknya.  Puasa sebagaimana matematika menuntut seseorang untuk tidak mudah impulsif, tidak mudah tergoda oleh berbagai tarikan, dorongan dan stimulus eksternal, tidak tergiur oleh pesona ke’wah’an gaya hidup penuh aksesori dan gengsi, tidak mudah terpesona oleh hiruk pikuk keramaian, dan tidak larut dalam kehebohan dunia massa. 
Matematika dan puasa melatih seseorang untuk tabah dan sabar dalam menjalani kehidupan yang  hening, tenang, sunyi;  hanya Allah saja yang mengetahui niat dan amal ibadah puasanya (Sebuah hadis Qudsi menyebutkan bahwa puasa adalah ibadah yang langsung ditujukan kepada Allah).  Matematika dan puasa mempertajam penalaran dan kemampuan kecerdasan emosional seseorang.  Matematika dan puasa dapat berperan sebagai alat uji ketabahan mental dan kekuatan jiwa kita.
Dalam implikasinya, matematika dan puasa juga mempunyai kesamaan.  Meski menuntut hidup dalam kesunyian dan keheningan, matematika dan puasa melahirkan efek-efek manfaat yang luar biasa kepada umat manusia umumnya.  Studi matematika yang serba abstrak, secara paradoks, kata Morris Kline (Jujun, 1978), justru mampu memberikan kemampuan kepada manusia untuk menguasai dunia fisik, dan memberi pengaruh dalam hampir tiap segi dari kebudayaan manusia.  Kita saksikan bahwa dari studi matematika lah tercipta sains dan teknologi digital komputer yang tanpanya manusia sekarang tak bisa bekerja.  Matematika pula lah yang melahirkan statistika yang diterapkan untuk seluruh bidang keilmuan, termasuk ilmu-ilmu sosial. (catt. Tambahkan dengan keterangan dalam Ilmu Pengetahuan Populer Jilid 2 Bab Matematika).
Demikian pula halnya puasa.  Tokoh-tokoh besar yang mempengaruhi perjalanan sejarah dunia umumnya berlatarbelakang kehidupan yang penuh derita, keras, sulit, dan sunyi.  Ibn Sina, Newton, dan Albert Einstein adalah contoh ilmuwan besar yang hidup dalam penuh tempaan dan puasa dari berbagai kesenangan.  Mahatma Gandhi mampu mengusir penjajah kolonial Inggris berkat falsafah hidupnya yang sederhana, mandiri, penuh ketenangan-kesunyian.  Imam Khomeini yang secara spektakuler berhasil melakukan Revolusi Islam Iran 1979 dan menggantikan Kerajaan Iran yang telah berusia 2500 tahun mampu bertahan dari segala permusuhan negara adidaya Amerika Serikat beserta sekutu-sekutunya; ini semua dapat dilakukan oleh sang Imam berkat kehidupannya yang penuh bersahaja, wara, zuhud, arif yang kesemuanya menuntut ketabahan, kesabaran dan ketangguhan karakter.  Dan puasa, tentunya, ibadah yang turut membina karakter sang Imam pemimpin revolusi yang pengaruhnya sampai hari ini masih dirasakan. (catt. Baca pula Psikologi Agama karya Nico Syukur Dister, Kanisius, hal. 13).

Baca Selengkapnya ....

Cara Membaca Cepat dan Menghitung KEM

Posted by Belajar Matematika Selasa, 16 Juli 2013 0 komentar
Membaca cepat merupakan teknik membaca dengan memindahkan padangan mata secara cepat, kata demi kata, frase demi frase, atau baris demi baris. Teknik membaca cepat bertujuan agar pembaca dapat memahami bacaan dengan cepat. Cara membaca cepat:
1. Konsentrasi saat membaca.
2. Menghilangkan kebiasaan membaca dengan bersuara dan bibir bergerak.
3. Perluas jangkauan mata ketika membaca.
4. Tidak mengulang-ulang bacaan.
Metode yang digunakan dalam berlatih membaca cepat adalah :
(a) metode kosakata; metode yang berusaha untuk menambah kosakata.
(b) metode motivasi; metode yang berusaha memotivasi pembaca (pemula) yang mengalami hambatan.
(c) metode gerak mata; metode yang mengembangkan kecepatan membaca dengan menigkatkan kecepatan gerak mata.
Hambatan-hambatan yang dapat mengurangi kecepatan mambaca :
(a) vokalisai atau berguman ketika membaca,
(b) membaca dengan menggerakan bibir tetapi tidak bersuara,
(c) kepala bergerak searah tulisan yang dibaca,
(d) subvokalisasi; suara yang biasa ikut membaca di dalam pikiran kita,
(e) jari tangan selalu menunjuk tulisa yang sedang kit abaca,
(f) gerakan mata kembali pada kata-kata sebelumnya.
Menghitung Kecepatan Membaca
Sebelum menghitung, ada baiknya kita perhatikan kode yang akan digunakan berikut ini.
a) K : Jumlah kata yang dibaca
b) Wm : Waktu tempuh baca dalam satuan menit
c) Wd : Waktu tempuh baca dalam satuan detik
d) B : Sekor bobot perolehan tes yang dapat dijawab dengan benar
e) SI : Sekor ideal atau sekor maksimal
f) kpm : Kata per menit
Kecepatan membaca seseorang dapat dihitung menggunakan rumus sebagai berikut:
Membaca cepat bukan hanya untuk menyelesaikan bacaan sebanyak-banyaknya dengan waktu yang secepat-cepatnya, melainkan juga dituntut untuk memahami isi bacaan. Untuk itu muncullah apa yang disebut Kecepatan Efektif Membaca (KEM). KEM yaitu perpaduan kemampuan motorik visual (kecepatan) dengan kemampuan kognitif seseorang dalam membaca.
Menghitung Persentase Pemahaman Isi
Untuk mengetahui pemahaman isi seseorang atas apa yang dibacanya dapat menggunakan rumus:
Menghitung KEM
Untuk menghitung KEM seseorang dapat menggunakan rumus seperti di bawah ini:
Kecepatan membaca di atas masih harus disertai pemahaman isi minimal 70%
Studi di Amerika didapat kecepatan membaca:
Tingkat SD : 200 kpm
Tingkat SMP : 200 – 250 kpm
Tingkat SMA : 250 – 350 kpm
Tingkat PT : 350 – 400 kpm
Jika harus disertai pemahaman isi bacaan minimal 70%, maka KEM-nya sbb:
Tingkat SD : 200 x 70% = 140 kpm
Tingkat SMP : 200 – 250 x 70% = 140 – 175 kpm
Tingkat SMA : 250 – 350 x 70% = 175 – 245 kpm
Tingkat PT : 350 – 400 x 70% = 245 – 280 kpm
Untuk kalian yang msih duduk di bangku SMP, usahakan agar bisa mencapai kecepatan membaca seperti berikut ini. Untuk kelas VII, Membaca Cepat 200 kata per menit. Untuk kelas VIII, Membaca Cepat 250 kata per menit. Untuk Kelas IX, Membaca Cepat 300 kata per menit. Sanggupkah kamu? Kalau merasa yakin dan mau berusaha insya Allah bisa. Amin

Baca Selengkapnya ....

Jenis Membaca Dalam Hati

Posted by Belajar Matematika 0 komentar
Membaca dapat dibagi menjadi dua, yaitu nyaring dan dalam hati. Membaca dalam hati dapat dikelompokkan menjadi dua lagi, yaitu membaca ekstensif dan intensif.
A. Membaca Ekstensif
Membaca ekstensif adalah proses membaca yang dilakukan secara luas. Objeknya meliputi sebanyak mungkin teks dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Membaca intensif dapat dibagi menjadi beberapa macam, yaitu:
1. Membaca Survai (Survey Reading)
Membaca survai adalah kegiatan membaca untuk mengetahui secara sekilas terhadap bahan bacaan yang akan dibaca lebih mendalam. Kegiatan membaca survai merupakan pendahuluan dalam membaca ekstensif.
Yang dilakukan seseorang ketika membaca survai adalah sebagai berikut :
(a) memeriksa judul bacaan/buku, kata pengantar, daftar isi dan malihat abstrak(jika ada),
(b) memeriksa bagian terahkir dari isi (kesimpulan) jika ada,
(c) memeriksa indeks dan apendiks (jika ada).
2. Membaca sekilas /skimming
Membaca sekilas atau skimming adalah membaca dengan cepat untuk mencari dan mendapatkan informasi secara cepat. Dalam hal ini pembaca melakukan kegiatan membaca secara cepat untuk mengetahui isi umum suatu bacaan atau bagian-bagiannya. Membaca sekilas merupakan salah satu teknik dalam membaca cepat.
Soedarso (2001:88-89) menyatakan bahwa skimming adalah suatu keterampilan membaca yang diatur secara sistematis untuk mendapatkan hasil yang efisien dengan tujuan untuk mengetahui: (1) topik bacaan, (2) pendapat orang, (3) bagian penting tanpa membaca seluruhnya, (4) organisasi tulisan, dan (5) menyegarkan apa yang pernah dibaca.
3. Membaca Dangkal (Superficial Reading)
membaca dangkal pada hakekatnya bertujuan untuk memperoleh pemahaman yang dangkal yang bersifat luaran, yang tidak mendalam dari suatu bahan bacaan. Membaca jenis ini biasanya dilakukan seseorang membaca demi kesenangan, membaca bacaan ringan yang mendatangkan kesenangan, kegembiraan sebagai pengisi waktu senggang.
B. Membaca Intensif
Membaca intensif atau intensive reading adalah membaca dengan penuh penghayatan untuk menyerap apa yang seharusnya kita kuasai. Membaca intensif merupakan studi seksama, telaah teliti, serta pemahaman terinci terhadap suatu bacaan. Yang termasuk dalam membaca intensif adalah :
1. Membaca Telaah Isi
a. Membaca Teliti
Membaca jenis ini sama pentingnya dengan membaca sekilas, maka sering kali seseorang perlu membaca dengan teliti bahan-bahan yang disukai.
b. Membaca Pemahaman
Membaca pemahaman adalah membaca yang bertujuan untuk memahami bacaan. Membaca pemahaman terdiri dari beberapa macam, yaitu:
Membaca literal
Membaca literal adalah membaca untuk mengenal dan menangkap isi bacaan yang tertera secara tersurat (eksplisit). Artinya, pembaca hanya menangkap informasi yang tercetak secara literal (tampak jelas) dalam bacaan.
Yang termasuk dalam keterampilan membaca literal antara lain keterampilan: 1) mengenal kata, kalimat, dan paragraf; 2) mengenal unsur detail, unsur perbandingan, dan unsur utama; 3) mengenal unsur hubungan sebab akibat; 4) menjawab pertanyaan (apa, siapa, kapan, dan di mana); dan 5) menyatakan kembali unsur perbandingan, unsur urutan, dan unsur sebab akibat.
Membaca Kritis
Membaca kritis merupakan membaca untuk mengolah bahan bacaan secara kritis dan menemukan keseluruhan makna bahan bacaan, baik makna tersurat, maupun makna tersirat. Mengolah bahan bacaan secara kritis artinya, dalam proses membaca seorang pembaca tidak hanya menangkap makna yang tersurat (makna baris-baris bacaan atau Reading The Lines ), tetapi juga menemukan makna antar baris(Reading Between The Lines ), dan makna di balik baris (Reading Beyond The Lines).
Yang perlu diajarkan dalam membaca kritis antara lain keterampilan: 1) menemukan informasi faktual (detail bacaan); 2)menemukan ide pokok yang tersirat; 3) menemukan unsur urutan, perbandingan, sebab akibat yang tersirat; 4) menemukan suasana (mood); 5) membuat kesimpulan; 6) menemukan tujuan pengarang; 7) memprediksi (menduga) dampak; 8) membedakan opini dan fakta; 9) membedakan realitas dan fantasi; 10) mengikuti petunjuk; 11) menemukan unsur propaganda; 12) menilai keutuhan dan keruntutan gagasan; 13) menilai kelengkapan dan kesesuaian antar gagasan; 14) menilai kesesuaian antara judul dan isi bacaan; 15) membuat kerangka bahan bacaan; dan 16) menemukan tema karya sastra.
Membaca Kreatif
Membaca kreatif merupakan tingkatan tertinggi dari kegiatan membaca seseorang. Artinya, pembaca tidak hanya menangkap makna tersurat (Reading The Lines ), makna antarbaris (Reading Between The Lines ), dan makna di balik baris (Reading Beyond The Lines ), tetapi juga mampu secara kreatif menerapkan hasil membacanya untuk kepentingan sehari-hari. Beberapa keterampilan membaca kreatif yang perlu dilatihkan antara lain keterampilan: 1) mengikuti petunjuk dalam bacaan kemudian menerapkannya; 2) membuat resensi buku; 3) memecahkan masalah sehari-hari melalui teori yang disajikan dalam buku; 4) mengubah buku cerita (cerpen atau novel) menjadi bentuk naskah drama dan sandiwara radio; 5) mengubah puisi menjadi prosa; 6) mementaskan naskah drama yang telah dibaca; dan 7) membuat kritik balikan dalam bentuk esai atau artikel populer
Membaca Cepat
Teknik membaca cepat dapat digunakan sebagai salah satu cara belajar efektif. Membaca cepat merupakan teknik membaca dengan memindahkan padangan mata secara cepat, kata demi kata, frase demi frase, atau baris demi baris. Teknik membaca cepat bertujuan agar pembaca dapat memahami bacaan dengan cepat. Pelajari cara membaca cepat dan menghitung KEM!
2. Membaca Telaah Bahasa
a. Membaca Bahasa (Foreign Language Reading)
Tujuan utama membaca bahasa adalah memperbesar daya kata (increasing word power) dan mengembangkan kosakata (developing vocabulary).
b. Membaca Sastra (Literary Reading)
Dalam membaca sastra perhatian pembaca harus dipusatkan pada penggunaan bahasa dalam karya sastra. Apabila seseorang dapat mengenal serta mengerti seluk beluk bahasa dalam suatu karya sastra maka semakin mudah dia memahami isinya serta dapat membedakan antara bahasa ilmiah dan bahasa sastra

Baca Selengkapnya ....

Tip Cara Belajar yang Baik, Efektif dan Efisien

Posted by Belajar Matematika 0 komentar
Sobat, tinggal hitungan jari lagi liburan sekolah usai. Para siswa akan mulai masuk pada tahun pelajaran baru, yaitu tahun pelajaran 2013/2014. Ibarat sebuah perjalanan, saat ini peserta didik akan mulai berangkat. Pastinya dengan persiapan, bekal, dan harapan yang tinggi bahwa perjalanannya nanti akan menyenangkan dan pulang dengan perasaan yang puas.
Dalam hal ini, tentu siswa ingin mendapatkan ilmu yang banyak, bermanfaat, dan bisa lulus dengan memuaskan. lebih-lebih mendapatkan prestasi yang membanggakan. Untuk itu, berikut saya paparkan Tips Cara Belajar yang Baik, efektif, dan efisien kutipan dari buku Power Full in Education.
Yang pertama dan paling utama tanamkan rasa senang belajar!
Tumbuhkan di hati bahwa belajar adalah sesuatu yang menyegarkan. Hadapi dengan penuh keceriaan dan hati bahagia. Aktivitas apapun jika dikerjakan dengan hati senang hasilnya akan memuaskan.
Konsentrasi penuh
Usahakan untuk berkonsentrasi penuh saat guru mengajar dalam kelas.
Membuat catatan sendiri
Menulis kembali pelajaran yang telah diajarkan juga akan membantu, karena sama juga dengan membaca.
Baca ulang dan buat kesimpulan sendiri
Setelah membaca ulang pelajaran, cobalah buat kesimpulan dengan kalimatmu sendiri. Ini akan membantu agar materi tersebut membekas tajam dalam memorimu.

Ulangi kembali pelajaran yang didapat!
Setelah di rumah, baca kembali pelajaran yang telah kamu dapatkan di sekolah. Baca juga pelajaran yang akan diajarkan esok hari secara singkat, buat kerangkanya saja. Begitu pelajaran itu diterangkan esoknya, kamu sudah mempunyai gambaran. Dan sepulang sekolah kamu tinggal mengulang untuk bikin kesimpulan atau ringkasan saja

Mengajari teman
Mengulang pelajaran tidak harus membaca atau menulis ulang pelajaran tapi bisa juga dengan mengajari teman tentang materi yang baru saja diulang. Jangan ragu atau pelit berbagi ilmu dengan teman! Ingat, ilmu itu semakin dibagi akan semakin bertambah.
Menurut penelitian, kita akan mengingat 5% dari yang kita dengar, 10% dari yang kita baca, 20% dari yang kita dengar dan baca, 30% dari yang diperagakan, 50% dari diskusi kelompok, 75% dari yang kita latihan/praktek, 90% dari yang kita ajarkan. Jadi berlomba-lombalah untuk lebih duluan belajar, sehingga bisa mengajari teman. Selain itu, ilmu yang kita ajarkan akan bermanfaat dan mendatangkan pahala.
Jangan belajar mendadak!
Hindari belajar mendadak sebelum ulangan karena kurang efektif.
Buat ringkasan atau kesimpulan pada setiap pelajaran!
Jangan lupa untuk selalu membuat ringksan atau kesimpulan pada setiap pelajaran. Kalau perlu, pakai tabel atau gambar ilustrasi supaya mudah diingat.
Istirahat yang cukup
Badan yang capek akan tidak baik bagi otak kita. Selain itu, konsentrai juga akan sulit tercapai. Bagilah waktu belajar, bermain, dan istirahat secara seimbang! Yang terpenting, hindari begadang karena dampaknya kurang baik bagi kesehatan.
Menghafal menjelang tidur
Jika kamu ingin menghafal, misalnya UUD dan semacamnya, sebaiknya dilakukan menjelang tidur. Karena disaat tersebut kamu akan lebih mudah ingat akan sesuatu yang kamu pelajari saat bangun pagi harinya. Usahakan tidur dalam kondisi remang (dengan pencahayaan sedikit), sehingga otak kita juga ikut sitirahat.
Belajar kelompok
Belajar kelompok akan menjadi sangat menyenangkan karena ada temannya. Belajar secara kelompok sebaiknya mengajak teman yang pandai dan rajin belajar agar bisa termotivasi dan ketularan pintar.
Selalu disiplin dan tekun belajar
Yang penting di sini adalah kualitas belajarnya. Walaupun hanya 1-2 jam sehari tapi kalau dilakukan setiap hari pasti akan lebih baik dari pada belajar yang sangat lama oada waktu tertentu saja. Misalnya hanya belajar kalau ada ulangan atau ujian saja.
Bersungguh-sungguh dan berdo’a
Mau berusaha dan bekerja keras. Hal ini mutlak diperlukan, karena semuanya butuh disiplin dan tekad yang kuat untuk menjadi lebih baik. Serta yang paling utama adalah berdo’a hanya kepada yang Maha menentukan. Maka selalu berdo’alah dengan khusu’ agar diberi kemudahan.
Bagi yang sudah mau ujian, jangan takut atau cemas
Apakah kamu sudah mau ujian tapi merasa belum siap? Jangan takut atau cemas, kesempatan akan selalu ada jika kita pandai mengambilnya. Belajar dari sekarang belum terlambat, karena sesuatu yang terlambat sebenarnya sesuatu yang tidak pernah dimulai. Jadi mulai dari sekarang, belajarlah yang baik, karena jka kita berniat sungguh-sungguh, berusaha keras dan berdo’a dengan khusu’ maka impian kita akan jadi kenyataan.
Demikian Tips Cara Belajar yang Baik, efektif, dan efisien yang dapat saya paparkan. Semoga bermanfaat. Amin.

Baca Selengkapnya ....

Buku Pegangan Kurikulum 2013 Bakal Dapat Diakses Di Rumah Belajar

Posted by Belajar Matematika 0 komentar
Kurikulum merupakan perangkat utama untuk pencapaian tujuan pendidikan. Setelah berkali-kali mengalami perubahan, pada tahun 2013 ini kurikulum akan mempunyai wajah yang baru lagi. Salah satu bahan penunjang pelaksanaan kurikulum tersebut adalah buku pegangan. Untuk mempermudah pelaksanaannya, nantinya buku-buku itu akan segera disebarluaskan agar dapat diakses dengan mudah.
Buku pegangan Kurikulum 2013 nantinya dapat juga diakses melalui laman Rumah Belajar dengan alamat http://belajar.kemdikbud.go.id. "Naskah buku pegangan sudah siap, setelah nanti diserahkan ke percetakan, akan dipublikasikan juga di Rumah Belajar," ujar Kepala Unit Implementasi Kurikulum Pusat Tjipto Sumadi, di Jakarta, Senin (10/6/2013).
Dalam implementasi Kurikulum 2013 ini pemerintah akan mencetak buku dan membagikan secara gratis, sebanyak jumlah peserta didik sasaran implementasi. Buku pegangan terdiri dari buku pegangan untuk siswa dan buku pegangan guru dan naskah buku-buku tersebut telah selesai, kata Tjipto.
Seperti telah diberitakan sebelumnya, untuk jenjang SD kelas 1 disiapkan sebanyak 10 buku untuk dua semester. Untuk kelas 1 ada sebanyak delapan buku tema ditambah dengan buku agama. Namun, buku yang dicetak saat ini baru untuk semester 1 sebanyak 5 buku masing-masing terdiri atas satu buku agama dan empat buku tema.
Adapun buku untuk jenjang SMP meliputi agama, PKN, bahasa Indonesia, matematika, IPA, IPS, seni budaya, prakarya, bahasa Inggris, serta pendidikan jasmani, olah raga, dan kesehatan. Sementara untuk jenjang SMA ada sembilan mata pelajaran yang wajib, tetapi yang dicetak baru tiga mata pelajaran yaitu sejarah, bahasa Indonesia, dan matematika.
Terkait dengan dokumen Kurikulum 2013, Tjipto mengatakan bahwa segera setelah ditandatangani oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, dapat dipublikasikan ke masyarakat luas. "Standar Isi Jumat (7/6) kemarin sudah ditandatangani BSNP (badan Standar Nasional Pendidikan -red), dokumen Kurikulum 2013 segera akan dipublikasikan setelah ditandatangani Pak Menteri," ujar dosen dosen Universitas Negeri Jakarta tersebut. (NW)
Kita tunggu saja sampai tiba waktunya untuk memperoleh buku-buku tersebut. Program yang bagus. Semoga dengan adanya program tersebut bisa memperlancar dan meningkatkan pendidikan di Indonesia. Amin. Salam pendidikan!!!
Sumber: www.kemdiknas.go.id

Baca Selengkapnya ....

Koleksi Novel 2013 Gratis Download

Posted by Belajar Matematika Senin, 24 Juni 2013 0 komentar


Koleksi novel berikutnya adalah seperti berikut ini. Setelah sebelumnya di >> koleksi-novel-gratis-buat-anda. Semoga para pengunjung betah dan nyaman berkunjung ke sini. Mau Request? Silakan tinggalkan Pesan Anda. Semoga fasilitas yang kami sediakan bermanfaat. Inilah Koleksi Novelnya >>>


Download >>> HelvyTR. Hingga_Batu_Berbicara.pdf

Download >>> HelvyTR. Lorong_Kematian.pdf

Download >>> HelvyTR. Mencari_Senyum.pdf

Download >>> HelvyTR. Pattimura.pdf

Download >>> HelvyTianaRosa. Sebab_Aku_Angin.pdf

Download >>> Cinta Nasi Lemak-SoGaul..pdf

Download >>> Cinta dari Rumah Hijau.pdf

Download >>> Dijemput Malaikat. Palris Jaya.rar

Download >>> Du_Jour. BUKU TERLARIS INTERNASIONAL

Download >>> Drama dari Karakatau.pdf

Download >>> Ksatria Negeri Salju by Sujoko.pdf

Download >>> Kisah_Masa_Kini..pdf

Download >>> Kisah Cinta Adam dan Hawa.pdf

Download >>> Ketika Cahaya Hidayah Menerangi Kalbu.pdf

Download >>> KISAH2 ramayana..pdf

Download >>> KETIKA CINTA HARUS BERSABAR.pdf

Download >>> KERTAS SURAT BIRU MUDA.pdf

Download >>> HARU BIRU PERJUANGAN.pdf

Download >>> Gue Anak SMA by Benny ramdhani.rar

Download >>> Ksatria Negeri Salju by Sujoko.pdf

Download >>> Malam Terakhir.rar

Download >>> Maryamah Karpovs.rar

Download >>> Negeri 5 Menara_1.rar

Download >>> Negeri 5 Menara_2.rar

Download >>> NYANYIAN KABUT.pdf

Download >>> Misteri Rumah Pondok Indah by Ruwi Meita-.rar

Download >>> Misteri Gelas Kembar. maraGD.rar

Download >>> Misteri Dian Yang Padam. maraGD.rar

Download >>> Membongkar Gurita Cikeas..pdf

Download >>> Mantra Penjinak Ular. kuntowijoyo.pdf

Download >>> Laila_dan_Majnun .pdf

Download >>> Mozaik. .pdf

Download >>> LAGU UNTUK VIOLA..pdf

Download >>> asmanadia REMBULAN DI MATA IBU..pdf

Download >>> asmanadia. cinta_lelaki_biasa.pdf

Download >>> asmanadia. catatan_hati_di_setiap_sujudku.rar

Download >>> asmanadia. LaTahzan for broken heart..pdf

Download >>> asmanadia. DIA_DALAM_MIMPI-MIMPIRANI.pdf

Apabila E-Book tidak bisa dibuka, silakan menggunakan software ini Download WinDjView

Untuk Novel lainnya, dapatkan di sini!

Baca Selengkapnya ....